• Knox McGrath posted an update 7 months ago

    Guna suatu disiplin ilmu, geografi menyimak suatu bentuk alam yang terdiri buat bagian-bagian yang saling terpesona. Aliran upaya dalam suatu sistem menciptakan perubahan. Perubahan yang sinambung akan merupakan suatu bentuk keseimbangan koordinasi.

    Suatu bentuk terdiri atas tiga unit berbeda, input, output dan komponen. Aku ambil selalu Tv sebagai contoh. Kita bisa menonton tv tidak tersungkap dari komposisi yang berfungsi didalam tv tersebut. Berjalannya sistem tersebut karena ke-3 bagian di sistem tersambung bersama; sesi input yang merupakan listrik, bagian output yang berupa gambar & suara, beserta bagian komponen seperti tembok, speaker, remote, dan antena.
    http://bangkudepan.com Tanpa ke-3 bagian daripada sistem ini tersambung, kalian tidak bisa menonton tv.

    Pada koordinasi yang beroperasi baik, seluruh komponen mesti tersambung rapi. Planet Dunia yang mempunyai banyak bagian dapat dilihat sebagai orde yang tinggi dan benar besar. Di dalam sistem Globe, input ialah energi yang datang daripada Matahari serta juga upaya yang berawal dari di dalam Bumi, seperti tenaga tektonik. Output ialah perubahan serba sama yang sanggup dilihat pada sekitar aku dalam putaran fisik dan manusia, menyerupai panas serta hujan.

    Sistem Bumi benar-benar suatu bentuk yang tinggi, sehingga jalan terbaik untuk mempelajarinya secara memahami setiap komponen komponennya dengan berbagai pendekatan di dalam geografi. Inilah geografi dari sudut persidangan sistem. Pendekatan ini langsung mengalami perkembangan hingga perihal geografi modern. Dalam geografi modern yang dikenal beserta geografi terpadu (Integrated Geography) digunakan 3 pendekatan / hampiran. Ke-3 pendekatan ini, yaitu ulasan keruangan, kelingkungan atau kosmos, dan kompleks wilayah.

    1. Pendekatan Lokasi
    Dari namanya dapat ditangkap bahwa pendekatan ini akan menekankan di keruangan. Persidangan ini menumpukan pada perlawanan lokasi daripada sifat-sifat pentingnya seperti pertikaian struktur, motif, dan reaksi. Struktur keruangan terkait beserta elemen pereka ruang yang berupa kenampakan titik, perenggan, dan area. Sedangkan contoh keruangan bertugas dengan zona distribusi ke-3 elemen tersebut. Distribusi atau agihan elemen geografi ini akan mendirikan pola menyerupai memanjang, radial, dan sebagainya. Nah, proses keruangan sendiri tentang dengan regenerasi elemen pereka ruang. Ulung geografi berjuang mencari faktor-faktor yang menjadikan pola penyebaran serta jalan mengubah figur sehingga dicapai penyebaran yang lebih bagus, efisien, serta wajar. Interpretasi suatu sengketa menggunakan permufakatan ini siap dilakukan dengan pertanyaan 5W 1H diantaranya berikut ini.
    Interogasi What (apa), untuk mengetahui jenis kenyataan alam yang terjadi.
    Interogasi When (kapan), untuk mengerti waktu terjadinya fenomena dunia.
    Pertanyaan Where (di mana), untuk mengerti tempat realitas alam berlanjur.
    Pertanyaan Why (mengapa), untuk mengetahui sumber terjadinya kenyataan alam.
    Perbincangan Who (siapa), untuk mengetahui subjek / pelaku yang menyebabkan terjadinya fenomena dunia.
    Pertanyaan How (bagaimana), untuk mengetahui metode terjadinya kenyataan alam.

    2. Pendekatan Kelingkungan/ Ekologi

    Permufakatan ini bukan hanya merujukkan pada korelasi organisme secara lingkungan, namun demikian juga dikaitkan dengan realitas yang terselip dan pun perilaku manusia. Karena pada dasarnya lingkungan geografi mempunyai dua sisi, yakni perilaku & fenomena putaran. Sisi perilaku mencakup dua aspek, yaitu pengembangan ketentuan dan pikiran lingkungan. Wasilah keduanya inilah yang jadi ciri khas pendekatan ini. Memakai keenam interogasi geografi, interpretasi dengan perbincangan ini sedang bisa dikerjakan. Nah, saksama contoh penjabaran mengenai terjadinya banjir di Sinjai berikut dan awak akan menemukan perbedaannya beserta pendekatan keruangan. Untuk menelaah banjir dengan pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tindakan sebagai berikut.
    Identifikasi pemastian fisik yang mendorong terjadinya bencana berikut, seperti rupa tanah, topografi, dan vegetasi di lokasi itu.
    Pengertian sikap & perilaku masyarakat dalam mengelola alam pada lokasi ini.
    Identifikasi budi daya yang tersedia kaitannya dengan alih fungsi lahan.
    Mengkaji hubungan rumpang budi daya & dampak yang ditimbulkannya sampai menyebabkan lembak.
    Menggunakan hasil analisis tersebut mencoba memperoleh alternatif pemecahan masalah tersebut.

    3. Kompleks Wilayah

    Pengurangan ini menyandarkan pada larutan antara pengurangan keruangan serta analisis ekologi. Analisis itu menekankan ulasan ”areal differentiation” yaitu memilikinya perbedaan privat tiap-tiap area. Perbedaan itu mendorong suatu wilayah dapat berinteraksi beserta wilayah berbeda. Perkembangan wilayah yang sama-sama berinteraksi berlangsung karena terdapat permintaan & penawaran.

    Contoh analisis tinggi wilayah diterapkan dalam perancangan kawasan kawasan tinggal. Langkah awal, dilakukan persepsi wilayah tersembunyi di pendatang Jawa yang memenuhi persyaratan minimum, menyerupai kesuburan tanah dan level kemiringan lereng. Langkah kedua, identifikasi aksesibilitas wilayah. Mulai hasil identifikasi ini dirumuskan rancangan untuk jangka lama dan kali pendek untuk pengembangan wilayah tersebut.